Kuliah Tamu M.IP Unkhair Bahas Arah Tren Penelitian Pertanian dan Peternakan Masa Depan
Ternate — Pada Jumat 3 Oktober 2025, Bertempat di Smart Class Fakultas Pertanian, Program Studi Magister Ilmu Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair), menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Arah Tren Penelitian Pertanian dan Peternakan” dengan menghadirkan narasumber Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Sri Purwanti, S.Pt., M.Si., IPU., ASEAN Eng. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan wawasan riset mahasiswa pascasarjana dalam menghadapi tantangan global di sektor pertanian.
Dalam paparannya, Prof. Sri Purwanti menegaskan bahwa penelitian pertanian dan peternakan saat ini tidak dapat dilepaskan dari isu strategis global, seperti ketahanan pangan, perubahan iklim, degradasi lahan, dan urbanisasi. Menurutnya, sektor pertanian merupakan fondasi penting bagi pembangunan ekonomi nasional, sehingga riset di bidang ini harus diarahkan untuk menjawab persoalan nyata di lapangan.
Beliau menjelaskan bahwa tren penelitian modern mengarah pada pertanian presisi, smart farming berbasis IoT dan drone, serta penggunaan AI dan big data untuk memetakan produktivitas dan memprediksi hasil panen. Pada bidang bioteknologi, riset kini banyak berfokus pada rekayasa genetika tanaman tahan hama dan iklim, pengembangan pupuk hayati, hingga pemanfaatan mikrobioma tanah untuk meningkatkan kesehatan tanaman.
Selain tanaman pangan dan hortikultura, Prof. Sri juga memaparkan tren penelitian peternakan, termasuk breeding ternak unggul, efisiensi pakan, inovasi fermentasi dan probiotik, serta pemanfaatan pakan lokal yang ramah lingkungan. Digitalisasi peternakan melalui biomonitoring, sensor kesehatan ternak, hingga robotik pemerah susu otomatis juga menjadi arah pengembangan riset masa depan.
“Masa depan pangan ada di tangan riset hari ini. Penelitian harus bergerak menuju inovasi yang berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Selain mengulas teknologi dan inovasi, Prof. Sri juga menyoroti pentingnya dukungan kebijakan nasional, kolaborasi antara universitas, lembaga riset, dan industri, serta perlunya transfer teknologi yang lebih kuat kepada petani dan peternak. Tantangan terbesar dalam riset pertanian Indonesia masih terletak pada keterbatasan anggaran, kualitas SDM, serta adaptasi cepat terhadap perubahan iklim.
Ketua Program Studi Magister Ilmu Pertanian Unkhair Prof. Dr. Ir. Yusri Sapsuha, S.Pt., M.Sc., IPM menyampaikan bahwa kuliah tamu ini diharapkan memperluas wawasan mahasiswa dalam merancang proposal penelitian yang relevan dan berdaya guna, khususnya bagi pembangunan pertanian di kawasan Maluku Utara.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif, di mana mahasiswa berdiskusi langsung dengan narasumber tentang peluang riset di era pertanian digital dan bioekonomi. Kuliah tamu ini diharapkan semakin memperkuat komitmen Prodi Magister Ilmu Pertanian dalam menghasilkan lulusan yang inovatif dan responsif terhadap tantangan global.